Activity Thought

generasi ..

Saya menghadapi 3 generasi selama ini, yang di “tua” kan, seumuran dan yang generasi penerus. Setelah dipikir generasi akhir-akhir ini spoiled brat (manja). Saya bisa toleransi generasi “tua” dengan pengecualian, apabila komunikasi dengan nya one direction saya menganggap memang tidak mau bekerjasama, tapi ada juga generasi “tua” yang mendengar tapi tetap terabas kesepakatan. Menurut Beresfod Research, secara umum pengelompokan generasi adalah sebagai berikut:

  • Gen Alpha (yang lahir antara tahun 2010/2011 hingga sekarang)
  • Gen Z (lahir 1997-2012 dan berusia antara 9-24 tahun pada 2021)
  • Gen Y / Millennials (lahir 1981-1996 dan berusia antara 25-40 tahun pada 2021)
  • Gen X (lahir 1965-1980 dan berusia antara 41-56 tahun pada 2021) dan
  • Baby Boomers (lahir 1946-1964 dan berusia antara 57-75 tahun pada 2021)

Kenapa saya ingin mencatat ini di blog, sebagai bacaan di masa depan baik saya, anak-anak dan siapa pun yang merasakan hal yang sama. Ditiap generasi saya selalu menemukan pola yang sama, dan itu negatif. Ada sih yang punya komitmen dan bisa “lurus” mandiri, tapi tidak sedikit juga yang stubborn. Pola yang saya maksud adalah kurang nya niat mereka untuk ber inovasi atau mengkoreksi diri. Anda bisa lebih “tua” atau “muda” dalam pengalaman, tapi tidak menjustifikasi apa yang anda yakini adalah benar di segala situasi.

Kenapa saya dihadapkan situasi harus repetitif menyampaikan informasi yang sebenarnya secara umur mereka sudah cukup dewasa menelaah nya. Hal dasar keseharian lho ini, apa kurang teoritis atau ego senioritas mengabaikan informasi saya yang dianggap tidak penting.

Saya dan istri (alm.) selama ini berusaha terapkan kemandirian sebagai pembelajaran dini bagi anak-anak, perihal sebab-akibat, tanggung jawab, berpikir kritis dan kreatif yang membangun. Saya menyadari ada generasi di bawah saya, bahkan generasi saya sendiri masih terlena kemudahan fasilitas dunia saat ini, dan membenarkan segala cara untuk eksekusi gagasan mereka. Ditambah generasi Baby Boomers dengan wisdom dan pengalaman yang mereka yakini benar, berlaku atas segala hal (tanpa berusaha adaptif).

Justifikasi? Saya juga tidak sempurna, hanya berusaha berjalan bersama dan saling menghormati. Koreksi bila saya salah, tapi lihat ke diri sendiri juga apa yang perlu di perhatikan. Manusia itu tempatnya salah, dan kesempurnaan hanya milik Allah AWJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published.