Awal buzz Email foremania forefuse

deliver ..

Hal-hal menarik 2 minggu terakhir ini memberi pemanasan otak dengan angka-angka, gimana caranya menambah penghasilan sampe urusan margin terkuras yang seharusnya bisa q bagi2 dengan orang-orang yang lebih membutuhkan tapi keburu disedot sama pihak lain yang bikin policy “kaget” di awal tahun.

Yup, dah hampir 2 tahun pakai tools satu ini, dengan kemampuan awal yang mendasar di mutual fund akhirnya keterusan sampe sekarang. Sempat tergiur buat beli 1-2 produk diversifikasi tambahan karena ada beberapa yang masih baru dengan harga per unit masih Rp.  1.000 perak, Haha. Tapi lebih tertarik dengan hitungan resiko dan prinsip “growth investment” walaupun kemaren Shinta dan Andreas, CS tempat q biasa penempatan bulanan kompori q buat lepas pas harga per unit lagi tinggi nya kemaren.

Oh iya bocoran carilah MI yg namanya baik, lihat jg AUM dana kelolaan nya dibanding MI lain nya dan terakhir transisi 2009 – 2010 ini seperinya tipikal Mix dan Saham masih memberi perolehan margin yang .. Alhamdulillah.

Read more ..

Comments (4) | Tags: , | 1 views

harga ..

Ok, katakan lah kenaikan 30% (sebaiknya sekitar 15% dan gradual, inilah akibat pemerintah suka menunda policy) yang tidak bisa dihindari, tapi kini q masih lihat kecemasan rakyat akan potensi chaos bila harga bbm tetep dinaikkan. Dampaknya jelas berimbas ke harga barang konsumsi, transportasi, dll. Tapi apakah dasar kecemasan itu tidak berlebihan?

Sejak tahun 1997 sudah berganti 3 “jenis” kabinet dan pemimpin (diluar otoritas saat ini), jadi katakanlah pemerintah berkata:

.. ini merupakan warisan orde baru, dan perubahan itu tidak instan

Yup, benar perubahan tidak instan, tapi apakah perencanaan kearah perbaikan ekonomi harus maju-mundur seperti 10 tahun terakhir ini. Bila memang harus mengurangi beban APBN, lakukan bertahap dan konsisten. Ya, katakanlah implementasi kebijakan harus berjalan tepat waktu.

Subsidi

Bila hanya untuk sekedar subsidi konsumsi bbm dalam negeri saja sampai Rp. 250 triliun, ya jelas itu harus dikurangi. Dan jika kompensasi akan disalurkan ke program semacam BLT dan dana pendidikan, ya “setidaknya” kalaupun ada kebocoran dana itu lari ke kantong warga (rt, rw, lurah, camat) dan bukan lari membiayai konsumsi bbm kaum menengah keatas. Dan kalaupun harus lari ke dana pendidikan, harusnya lari ke sistem pendidikan terintegrasi (tidak asal jadi seperti UN; pembelajaran 3 tahun ditentukan dalam 3 hari), perbaikan sarana pendidikan yang merata (kurangi sekolah yg roboh), dan tidak “menilap” dana universitas peserta dalam SPMB (yang menjelang Juni bahkan program konsep SPMB sendiri hampir “bubar”).

Read more ..

Comments (3) | Tags: , , | 1 views

aturan ..

Kembali BRTI akan menyeleraskan price range biaya komunikasi pelanggan baik selular maupun tetap (FWA). baik itu untuk interkoneksi panggilan telepon antar terminal maupun pesan singkat (SMS).

Bagus, dalam hal regulasi berlaku untuk semua operator. Bagus, dalam arti ada transparansi dan informasi yang jelas bagi qt pelanggan mengenai tarif yang dipatok provider telepon yang kita gunakan. Baik, dalam hal ini memberi edukasi bagi qt mengenai formulasi pentarifan, biaya (umum) apa saja yang disertakan.

Read more ..

Comments (1) | Tags: , , | 1 views