Archive for Economy
January 19, 2009 at 9:46 am · 1215 days ago · Filed under Economy, Thought
Finansial
Inflasi bulan Desember 2008 adalah negatif 0,04% m.o.m (deflasi) dan 11,06% y.o.y. Penurunan ini seiring permintaan atas barang2 mid-up yang melemah. Ditambah peluang BI menurunkan SBI agar Bank kembali mengucurkan kredit pinjaman ke sektor UKM. Jadi apakah Bank komersil akan menurunkan suku bunga mereka? Karena misalnya gap antara SBI dan suku bunga deposito nanti (kalo SBI memang turun) lumayan menggiurkan untuk menambah kocek mereka.
Turun gak yah?
Logikanya sih kalo memang SBI bisa turun, nilai obligasi misalnya baik itu dalam bentuk surat utang, RD pendapatan tetap dan ORI akan mengalami peningkatan value. I really hope so. Lagian q rasa BI juga gak mau lama2 tahan rate mereka setinggi sekarang, kebayang aja berapa bunga yang harus BI gelontorkan untuk dana simpanan daerah yang prefer nyimpen di SBI (seharusnya daerah memanfaatkan dana tersebut untuk revitalisasi infrastuktur mereka). Heran ada daerah yang nyimpen “banyak” di SBI.
Daerah mana itu hayo?
Read more ..
August 28, 2008 at 6:32 pm · 1359 days ago · Filed under Activity, Economy
It’s been a rough time these last 12 month, not to promising, but still had a prospect. I had few endorsement for this month, while still maintaining my other activity. For the uncertain economy, and fluctuative financial market. It does affect some of my portfolio currently in hand, huhu .. *sedih*
Figure shown on the left describe how bad they perform (i prefer show how bad thing are, instead of good) but retain they prospect above JCI (2 of them). Darn, i should add the comparison to expected return gain from BI rate though. Should i diverse to other asset? or add more while the unit price enabling me add more units?
But hey, forget those economy ” yada yada ” i’d told u above. This August also come to the end of month, and next week come the holy month of Ramadhan. So, let me praise these
” Met menunaikan Ibadah Puasa, mohon ampunan atas kesalahan ucapan, tindakan yang pernah q lakukan sebelum2 ini. Semoga amalan qt di bulan suci ini diberkahi Allah. Amiin. ”
Have a pleasant day.
May 12, 2008 at 9:37 am · 1467 days ago · Filed under Economy, Thought
Ok, katakan lah kenaikan 30% (sebaiknya sekitar 15% dan gradual, inilah akibat pemerintah suka menunda policy) yang tidak bisa dihindari, tapi kini q masih lihat kecemasan rakyat akan potensi chaos bila harga bbm tetep dinaikkan. Dampaknya jelas berimbas ke harga barang konsumsi, transportasi, dll. Tapi apakah dasar kecemasan itu tidak berlebihan?
Sejak tahun 1997 sudah berganti 3 “jenis” kabinet dan pemimpin (diluar otoritas saat ini), jadi katakanlah pemerintah berkata:
” .. ini merupakan warisan orde baru, dan perubahan itu tidak instan ”
Yup, benar perubahan tidak instan, tapi apakah perencanaan kearah perbaikan ekonomi harus maju-mundur seperti 10 tahun terakhir ini. Bila memang harus mengurangi beban APBN, lakukan bertahap dan konsisten. Ya, katakanlah implementasi kebijakan harus berjalan tepat waktu.
Subsidi
Bila hanya untuk sekedar subsidi konsumsi bbm dalam negeri saja sampai Rp. 250 triliun, ya jelas itu harus dikurangi. Dan jika kompensasi akan disalurkan ke program semacam BLT dan dana pendidikan, ya “setidaknya” kalaupun ada kebocoran dana itu lari ke kantong warga (rt, rw, lurah, camat) dan bukan lari membiayai konsumsi bbm kaum menengah keatas. Dan kalaupun harus lari ke dana pendidikan, harusnya lari ke sistem pendidikan terintegrasi (tidak asal jadi seperti UN; pembelajaran 3 tahun ditentukan dalam 3 hari), perbaikan sarana pendidikan yang merata (kurangi sekolah yg roboh), dan tidak “menilap” dana universitas peserta dalam SPMB (yang menjelang Juni bahkan program konsep SPMB sendiri hampir “bubar”).
Read more ..
April 19, 2008 at 12:27 am · 1491 days ago · Filed under Economy, Thought
This writing are meant as a supplement to my previous info about pricing in reference basket (ORB), and also my other related economy tagged articles. The first quarter (Q1) of 2008 for me seem blunt in any aspect, especially on economy as in the surface it seem affect fewer than predicted with Indonesia progress.
Seperti yang kita tahu semua, kita selalu bertanya dimana nilai tambah bagi ekonomi negara dengan menjamurnya perolehan pendapatan perusahaan baik itu swasta maupun BUMN, yang diselingi dengan peningkatan perolehan gaji board of director perusahaan. Bahkan disaat harga crude yang tinggi saat ini, perusahaan eksplorasi tampak enggan (baik dengan alasan proses, waktu, batasan dan aturan pemerintah) meningkatkan kapasitas produksi, toh dengan kapasitas yang ada sekarang mereka sudah memiliki pendapatan “plus”. Selain stok yang “memang” mencukupi, jangan heran bahkan OPEC mengesampingkan ide peningkatan produksi.
Di AS biasanya mereka menyebut orang2 ini dengan sebutan “fat cats” yang terus mendulang perolehan pendapatan signifikan, sejak tahun 90an “fat cats” ini menyumbang banyak bagi ekonomi AS, namun untuk beberapa tahun terakhir mereka yg “wealthy” cenderung membawa ekonomi AS dan perusahaan jatuh bangun, ambil contoh krisis kredit mortgage di AS yang menyeret Bear Stern kolaps, dan tertolong oleh penawaran JP Morgan untuk $2 per lembar saham mereka, yang kini telah kembali naik sekitar $30 per lembar. Apakah bersikap transparan seperti direksi Aflac dengan “Say on Pay” cukup memberi aura positif? Bisa jadi.
Ya begitulah, 2 contoh diatas menunjukkan bahwa terkadang selurus apa pun hidup, permasalahan itu tetap menyakitkan. Tetap aja ada yang bisa mengambil nilai tambah dari sisi lain. Ada yang merugi di satu sisi, justru menjadi lahan yang menguntungkan bagi pihak lain walaupun mereka dari “spesies” yang sama.
April 16, 2008 at 10:40 pm · 1493 days ago · Filed under Economy, Media
Ooo, so its like that. Got these when i stumble in Google for a keyword Minas, found few blog and some related description. In which it describe, what price settlement are based on for OPEC member. It is referred as references basket (ORB), and for Indonesia the price are based on Minas (Indonesia) crude.
So, in the term of meaning ORB is weighted average of crude price of each member production. The price itself fluctuate, like last Feb 28th Minas crude price are higher than ORB (Minas at US$98.85/barrel and ORB at US$94.99/barrel).
These are meant as intermezzo, just another info i would like to share here.
April 15, 2008 at 3:42 pm · 1494 days ago · Filed under Economy, Thought
Ok, we all know that most of the basic consumption meal price hike in recent month. Last month, our “humble” President SBY himself had ask FAO to help tackle scarcity and control the price of the rice in global market. And today i read an article, said the government officially open export license on rice product, hell no !!
Ok, katakanlah pemerintah menjanjikan stok beras dalam negeri aman, tapi jangan sampai rakyat kelaparan, antre beli beras gara-gara pemerintah lagaknya seperti lagi swasembada beras. Ingat ada 200juta lebih rakyat yang bergantung pada komoditas ini.
Secara historikal negara ini setelah gagal mempertahankan swasembada beras sejak tahun 80an itu, telah menjadi importir untuk komoditas ini, umumnya di impor dari negara se ASEAN juga seperti dari Vietnam. Kemarin juga sempat lihat di CNBC bahkan India dan Vietnam sendiri sudah menstop kebijakan ekspor pangan mereka, mengingat harga di pasaran yang tinggi saat ini, dan untuk menjaga kestabilan stok pangan di negara mereka.
Jadi katakanlah tinggal Thailand yang masih berpikir untuk menutup keran ekspor beras mereka atau tidak. Di Thailand sendiri bahkan petani melengkapi dirinya dengan senjata sejenis senapan laras panjang yang mereka gunakan sebagai langkah preventif dari adanya tengkulak dan bandar yang mencuri hasil panen padi mereka untuk dijual ke pasar gelap dengan harga tinggi.
So, which side Indonesia will be ?@#
March 20, 2008 at 8:03 am · 1520 days ago · Filed under Economy, Media
Baru baca dari milis alumni dan telusuri artikel resminya. Dan, ini menurut q ttg tuntutan EN-LMND pada 22 Februari 2008.
1. Nasionalisasi perusahaan pertambangan asing untuk kepentingan pendidikan gratis dan berkualitas.
- Ini tidak dimungkinkan mengingat regulasi saat ini dan perkembangan pasar tidak akrab dengan policy “ajaib” ini. Ingat kepemimpinan bangsa ini tidak sekokoh Hugo Chavez di Venezuela. Saat ini mana bisa main nasionalisasi kalo tidak ada win-win solution bagi KPS maupun pemerintah, formula bisa berbeda agar secara bertahap bangsa ini bisa mandiri kelola SDA nya.
Read more ..
« Previous entries ·
Next entries »