Awal woot ® Kontak Flickr RSS

Archive for Economy

deliver ..

Hal-hal menarik 2 minggu terakhir ini memberi pemanasan otak dengan angka-angka, gimana caranya menambah penghasilan sampe urusan margin terkuras yang seharusnya bisa q bagi2 dengan orang-orang yang lebih membutuhkan tapi keburu disedot sama pihak lain yang bikin policy “kaget” di awal tahun.

Yup, dah hampir 2 tahun pakai tools satu ini, dengan kemampuan awal yang mendasar di mutual fund akhirnya keterusan sampe sekarang. Sempat tergiur buat beli 1-2 produk diversifikasi tambahan karena ada beberapa yang masih baru dengan harga per unit masih Rp.  1.000 perak, Haha. Tapi lebih tertarik dengan hitungan resiko dan prinsip “growth investment” walaupun kemaren Shinta dan Andreas, CS tempat q biasa penempatan bulanan kompori q buat lepas pas harga per unit lagi tinggi nya kemaren.

Oh iya bocoran carilah MI yg namanya baik, lihat jg AUM dana kelolaan nya dibanding MI lain nya dan terakhir transisi 2009 – 2010 ini seperinya tipikal Mix dan Saham masih memberi perolehan margin yang .. Alhamdulillah.

Read more ..

Comments (4) | Tags: , | 163 views

celoteh ..

Finansial

Inflasi bulan Desember 2008 adalah negatif 0,04% m.o.m (deflasi) dan 11,06% y.o.y. Penurunan ini seiring permintaan atas barang2 mid-up yang melemah. Ditambah peluang BI menurunkan SBI agar Bank kembali mengucurkan kredit pinjaman ke sektor UKM. Jadi apakah Bank komersil akan menurunkan suku bunga mereka? Karena misalnya gap antara SBI dan suku bunga deposito nanti (kalo SBI memang turun) lumayan menggiurkan untuk menambah kocek mereka.

Turun gak yah?

Logikanya sih kalo memang SBI bisa turun, nilai obligasi misalnya baik itu dalam bentuk surat utang, RD pendapatan tetap dan ORI akan mengalami peningkatan value. I really hope so. Lagian q rasa BI juga gak mau lama2 tahan rate mereka setinggi sekarang, kebayang aja berapa bunga yang harus BI gelontorkan untuk dana simpanan daerah yang prefer nyimpen di SBI (seharusnya daerah memanfaatkan dana tersebut untuk revitalisasi infrastuktur mereka). Heran ada daerah yang nyimpen “banyak” di SBI.

Daerah mana itu hayo?

Read more ..

Comments (6) | Tags: , | 244 views

august ..

It’s been a rough time these last 12 month, not to promising, but still had a prospect. I had few endorsement for this month, while still maintaining my other activity. For the uncertain economy, and fluctuative financial market. It does affect some of my portfolio currently in hand, huhu .. *sedih*

Figure shown on the left describe how bad they perform (i prefer show how bad thing are, instead of good) but retain they prospect above JCI (2 of them). Darn, i should add the comparison to expected return gain from BI rate though. Should i diverse to other asset? or add more while the unit price enabling me add more units?

But hey, forget those economy ” yada yada ” i’d told u above. This August also come to the end of month, and next week come the holy month of Ramadhan. So, let me praise these

Met menunaikan Ibadah Puasa, mohon ampunan atas kesalahan ucapan, tindakan yang pernah q lakukan sebelum2 ini. Semoga amalan qt di bulan suci ini diberkahi Allah. Amiin.

Have a pleasant day.

Comments (5) | Tags: , , , | 322 views

harga ..

Ok, katakan lah kenaikan 30% (sebaiknya sekitar 15% dan gradual, inilah akibat pemerintah suka menunda policy) yang tidak bisa dihindari, tapi kini q masih lihat kecemasan rakyat akan potensi chaos bila harga bbm tetep dinaikkan. Dampaknya jelas berimbas ke harga barang konsumsi, transportasi, dll. Tapi apakah dasar kecemasan itu tidak berlebihan?

Sejak tahun 1997 sudah berganti 3 “jenis” kabinet dan pemimpin (diluar otoritas saat ini), jadi katakanlah pemerintah berkata:

.. ini merupakan warisan orde baru, dan perubahan itu tidak instan

Yup, benar perubahan tidak instan, tapi apakah perencanaan kearah perbaikan ekonomi harus maju-mundur seperti 10 tahun terakhir ini. Bila memang harus mengurangi beban APBN, lakukan bertahap dan konsisten. Ya, katakanlah implementasi kebijakan harus berjalan tepat waktu.

Subsidi

Bila hanya untuk sekedar subsidi konsumsi bbm dalam negeri saja sampai Rp. 250 triliun, ya jelas itu harus dikurangi. Dan jika kompensasi akan disalurkan ke program semacam BLT dan dana pendidikan, ya “setidaknya” kalaupun ada kebocoran dana itu lari ke kantong warga (rt, rw, lurah, camat) dan bukan lari membiayai konsumsi bbm kaum menengah keatas. Dan kalaupun harus lari ke dana pendidikan, harusnya lari ke sistem pendidikan terintegrasi (tidak asal jadi seperti UN; pembelajaran 3 tahun ditentukan dalam 3 hari), perbaikan sarana pendidikan yang merata (kurangi sekolah yg roboh), dan tidak “menilap” dana universitas peserta dalam SPMB (yang menjelang Juni bahkan program konsep SPMB sendiri hampir “bubar”).

Read more ..

Comments (3) | Tags: , , | 166 views

fat cats ..

This writing are meant as a supplement to my previous info about pricing in reference basket (ORB), and also my other related economy tagged articles. The first quarter (Q1) of 2008 for me seem blunt in any aspect, especially on economy as in the surface it seem affect fewer than predicted with Indonesia progress.

Seperti yang kita tahu semua, kita selalu bertanya dimana nilai tambah bagi ekonomi negara dengan menjamurnya perolehan pendapatan perusahaan baik itu swasta maupun BUMN, yang diselingi dengan peningkatan perolehan gaji board of director perusahaan. Bahkan disaat harga crude yang tinggi saat ini, perusahaan eksplorasi tampak enggan (baik dengan alasan proses, waktu, batasan dan aturan pemerintah) meningkatkan kapasitas produksi, toh dengan kapasitas yang ada sekarang mereka sudah memiliki pendapatan “plus”. Selain stok yang “memang” mencukupi, jangan heran bahkan OPEC mengesampingkan ide peningkatan produksi.

Di AS biasanya mereka menyebut orang2 ini dengan sebutan “fat cats” yang terus mendulang perolehan pendapatan signifikan, sejak tahun 90an “fat cats” ini menyumbang banyak bagi ekonomi AS, namun untuk beberapa tahun terakhir mereka yg “wealthy” cenderung membawa ekonomi AS dan perusahaan jatuh bangun, ambil contoh krisis kredit mortgage di AS yang menyeret Bear Stern kolaps, dan tertolong oleh penawaran JP Morgan untuk $2 per lembar saham mereka, yang kini telah kembali naik sekitar $30 per lembar. Apakah bersikap transparan seperti direksi Aflac dengan “Say on Pay” cukup memberi aura positif? Bisa jadi.

Ya begitulah, 2 contoh diatas menunjukkan bahwa terkadang selurus apa pun hidup, permasalahan itu tetap menyakitkan. Tetap aja ada yang bisa mengambil nilai tambah dari sisi lain. Ada yang merugi di satu sisi, justru menjadi lahan yang menguntungkan bagi pihak lain walaupun mereka dari “spesies” yang sama.

Comments (4) | Tags: , , , , , | 182 views

orb ..

Ooo, so its like that. Got these when i stumble in Google for a keyword Minas, found few blog and some related description. In which it describe, what price settlement are based on for OPEC member. It is referred as references basket (ORB), and for Indonesia the price are based on Minas (Indonesia) crude.

So, in the term of meaning ORB is weighted average of crude price of each member production. The price itself fluctuate, like last Feb 28th Minas crude price are higher than ORB (Minas at US$98.85/barrel and ORB at US$94.99/barrel).

These are meant as intermezzo, just another info i would like to share here.

Comments (2) | Tags: , , , | 193 views

Next entries »