refleksi ..

Sore ini tidak jauh beda dengan hari lain nya. Dan tulisan ini akan jelas beda dari yang biasa aku tulis. Semalam aku mendengar suara kurang menyenangkan dari seberang. Apakah usaha ku yang kurang? Di kondisi yang secara harfiah tidak jauh berbeda sebenarnya. Mungkin karena kurang doa di sisi ku, maupun usaha ku untuk bisa lebih “wujud” di hadapan mereka?

Tapi seingat ku hingga kini, mohon koreksi bila salah, aku belum pernah mendengar mereka merasa cukup dengan pencapaian ku saat ini. Yang terdengar serasa motivasi dari mereka jadi awkward (aneh) dengan semua mimpi dan perfectionist (kesempurnaan) yang mereka mau. “Kamu bisa lebih disini” “Kamu yakin pilihan kamu?” “Kamu pikir-pikirkan dulu” “Kami ragu dengan penilaian kamu”. Keraguan mereka selalu ku jawab dengan bukti dan sponanitas yang selalu kurang dan aneh di mata mereka.

Secara tidak sadar aku terbawa dalam aturan mereka, “Family comes first” . Tidak ada yang salah dengan itu menurut ku. Cuma anti klimaks nya bila itu tidak ku laksanakan pengertian mereka sangat minim, bahkan terasa mencecar mengatakan aku belum apa-apa, belum punya apa-apa, bukan siapa-siapa, belum mengalami apa-apa. Mereka lah yang paling tahu, mereka lah yang paling benar. Diskusi selalu berakhir argumen aneh yang di menang kan mereka tanpa konsolidasi.

Refleksi cahaya matahari digambar di atas adalah gambaran 1 tujuan yang akan kuraih dengan pemahaman atau ke tidak pahaman mereka; kembali ke Khalik. Ya Allah, dalam usaha ku berikan lah aku kekuatan mencari rejeki yang Halal , buka kan lah pintu hati dan pikiran ku untuk usaha serta kehidupan yang kau ridhoi. Hamba syukran dengan kemudahan dan hal yang kau berikan selama ini. Bukan hamba merasa tidak cukup, namun seperti yang selalu hamba biasa kan dari dulu; bagilah ilmu, rejeki, kebahagiaan dengan lebih banyak orang disekitarku.

Aku menyayangi mereka, tapi mungkin waktu yang membatasi diri ku untuk selalu bisa ikut dalam petualangan dan impian mereka. Aku seharusnya dari dulu sudah melepas ketergantungan mereka maupun membiarkan diri terkait dengan lingkaran mereka. Ini untuk kebaikan ku sendiri, ingin bisa lebih dekat ke Allah, bisa punya keluarga kecil dalam kesederhanaan dan dalam ridho Allah pasti nya.

” Bismillahirrahmanirrahim. Alaahumma firlana zunu bana wali walidayya warham humma Kamma rabbayani saghirro”

Refleksi tahun-tahun kedepan harus beda, aku telah menetapkan hati pada nya, cita-cita kita untuk ibadah di jalan Nya. Untuk saling mendengar, tidak pongah, kurangi ego, tanggung jawab bersama dan banyak lagi hal lain yang akan ku usahakan lebih baik dari yang ku sesali di masa lalu, yang ku jalani saat ini dan untuk kebaikan kami ke depan. Insya Allah.

” Bismillahirrahmanirrahim. Rabbi sahli sadri wa-ya sirli amli Wah lul Uqda Tammilisa niyafqa hu qou-li, Rabbizinni ilman war-zuq ni Fahman. “