disclosure ..

Benar tidak nya fakta yang mengatakan sebuah perusahaan media bisa blunder menangani pembagian kepemilikan saham masih perlu dipertanyakan. Apa yang di alami Saverin pada 2 tahun awal perusahaan sedikit banyak membuat cengang. Bagaimana investor terkadang bisa bikin kacau mekanisme internal plus godaan bagi founder itu sendiri.

Katakanlah Saverin saat konflik disisakan 0,03% dari perusahaan, itu senilai dengan $ 78 juta. Yup segede itu lho. Saya skeptis apa dia benar-benar tertipu dengan kesepakatan founder dan investor. Tetapi saya melihat bukan masalah finansial, tapi kepercayaan yang dilanggar founder dengan mengesampingkan pengetahuan co-founder tentang transaksi yang melibatkan kepemilikan nya dan aset perusahaan yang ikut dibangun nya semudah itu diprivatisasi tanpa konsultasi ke Saverin sebagai CFO. Entah lah founder dan co-founder ini dulu punya NDA atau tidak, semudah itu founder menjual informasi perusahaan ke investor baru ?!

NDA

Non Disclosure Agreement (perjanjian batasan pengungkapan) cenderung di kesampingkan oleh 2 pihak baik founder dan/atau investor yang terkadang memiliki resiko atas keamanan termasuk aset, hak – karya cipta perusahaan.

NDA pada awalnya diperuntukkan untuk kepentingan korporasi yang membatasi hak dan akses yang dimiliki oleh anggotanya termasuk karyawan, pemilik dan investor dalam interaksi dengan dunia luar dalam menjaga rahasia. NDA dalam kata lain legalitas atas privasi perusahaan.

Tujuan

Murni keberadaan NDA penting untuk melindungi hak kekayaan intelektual dan untuk menjaga kepercayaan. Diantaranya dalam situasi:

1. Dua belah pihak menggunakan tema penelitian, pengembangan di bawah kerjasama organisasi.

2. Pengungkapkan teknologi, rahasia dagang atau lebih pada pihak lain berdasarkan asumsi bahwa mereka akan menyimpulkan perjanjian penelitian (dengan catatan butuh waktu untuk mencapai kesepakatan yang sebenarnya).

3. Pengadaan pertukaran teknologi dan sebagainya di bawah kerjasama industri (kecuali klausul peristiwa tertentu ada pada perjanjian).