dita's guide ..

Yup dita‘s guide yang baru nyampe ini jadi santapan dalam sejam, dan dibaca ulang sore hari nya. Sampe kepikiran setelah update tweet mau kasih feedback apa ya.

Prinsip nya buat yang cukup lama menulis jurnal online, kalo sudah fasih lumayan buat berbagi ilmu nya ke teman2 lain nya. Dan bener konsistensi menulis bahkan untuk 1 bulan sekali aja sulit. Dua (2) tahun terakhir ini saja sudah kerasa inkonsistensi menulis disini, sempet buat aturan ketat harus ada 4 posting dalam 1 bulan minimal, terserah mau di rapel ke akhir bulan semua nya atau sekali-sekali kirim nya.

Memelihara blog tetap up-to-date itu memang sulit ditengah kebuntuan ide dan aktivitas lain dengan prioritas yang lebih penting. O iya ada sedikit tangggapan (tambahan bila perlu) terkait dita‘s guide ini. Selain pemilihan ilustrasi sampul yang pas grafik nya, ukuran teks nya sempet buat saya kaget dan karikatur di dalam nya seperti karikatur di buku cerita fiksi berseri Stephen Wolfe (Jerman) berjudul S.T.O.P.

Beberapa poin bahasan yang menarik di buku ini:

1. Feedback negatif.

Saya menulis blog ini sejak akhir 2003 berarti masih jaman kuliah dulu, harap dimaklumi kesalahan kata dan ejaan. Namun sejalan dengan waktu kebiasaan diubah. Ada beberapa kritik yang bersifat menghakimi, kritik membangun bahkan sugesti.

Prinsip saya, ada hal yang saya abaikan, tautkan link ke bukti pendukung atau bila kritik berasal dari pakar yang kompeten minta masukan nya yang positif (dan mungkin akan saya sertakan dalam revisi). Sementara untuk cache internet oleh GOOG dan YHOO itu biarlah sebagai artefak dijital yang penting versi asli sudah di revisi.

2. Bahasa baku (EYD) vs bahasa asing.

Dalam arti bahasa asing bisa penggunaan ejaan bahasa Inggris maupun bahasa gaul yang kini jadi semi-standar untuk dijadikan daya tarik (baik produk fisik maupun jasa). Saya ikut bantu jadi translator terdaftar waktu proyek Ebuddy tahun 2009 untuk alih bahasa UI (user-interface) pada mobile client software nya.

O iya penggunaan kata tetikus (mouse) sempat membuat saya bingung, baru saya mafhum kita juga perlu membuat tulisan dengan ejaan yang benar se-sekali.

3. Reviewer sponsorship;

Yang kepikir di benak pertama kali, komersil? Tidak juga karena yang di bahas aspek GCG nya yang mau tidak mau bawa emblem brand tertentu. It’s ok sebagai sharing ilmu. Jujur saya katakan tidak semua hal terkait korporat itu bermasalah koq. *grin*

4. Tambah ilmu

Yup, banyak informasi baru terkait GCG, karena tidak semua brand mem-publish luas kegiatan mereka, dan hanya dalam lingkup terbatas. Dan kebetulan kali ini channeling nya tepat.

5. Komunitas

Saya, teman dari bandung, teman dari komunitas AnginMamiri (Makassar) dan RumahBlogger (Jakarta) pernah ikut perhelatan akbar #pestablogger 2008 dan benar ternyata petumbuhan nya signifikan beberapa tahun terakhir ini.

Saya sedikit miris karena komunitas blogger di kampung halaman saya tidak ikutan di #pb2008 ini, terlepas dari informasi yang terbatas, belum ada komunitas yang mumpuni di Pekanbaru untuk ikutan atau memang ada hal lain yang menghalangi. Lha koq jadi curcol gini ?!@# Hehe

Besar harapan tiap daerah di Indonesia punya komunitas yg solid dan bisa buka suara di ajang nasional juga. Komunitas blogger daerah juga bisa menjadi channeling yang kuat sebagai #SocialMedia yang didengarakan pemerintah daerah dan pusat.

Salam blogger #Indonesia