deliver ..

Hal-hal menarik 2 minggu terakhir ini memberi pemanasan otak dengan angka-angka, gimana caranya menambah penghasilan sampe urusan margin terkuras yang seharusnya bisa q bagi2 dengan orang-orang yang lebih membutuhkan tapi keburu disedot sama pihak lain yang bikin policy “kaget” di awal tahun.

Yup, dah hampir 2 tahun pakai tools satu ini, dengan kemampuan awal yang mendasar di mutual fund akhirnya keterusan sampe sekarang. Sempat tergiur buat beli 1-2 produk diversifikasi tambahan karena ada beberapa yang masih baru dengan harga per unit masih Rp.  1.000 perak, Haha. Tapi lebih tertarik dengan hitungan resiko dan prinsip “growth investment” walaupun kemaren Shinta dan Andreas, CS tempat q biasa penempatan bulanan kompori q buat lepas pas harga per unit lagi tinggi nya kemaren.

Oh iya bocoran carilah MI yg namanya baik, lihat jg AUM dana kelolaan nya dibanding MI lain nya dan terakhir transisi 2009 – 2010 ini seperinya tipikal Mix dan Saham masih memberi perolehan margin yang .. Alhamdulillah.

Harga-harga pada naik, bukan hanya beras kiloan tapi harga langganan satu ini pake acara naik lagi, paket channel yang biasa bayar 145k per bulan di format yang baru mesti bayar hingga 300k untuk list channel yg sama. Plus minimal speed langganan internet class nya diturunkan (dulu sempet masuk class 2, eh skrg balik ke kategori class 1). Lama-lama kita dipaksa naik ke class langganan yg lebih mahal lagi. Di benak q kepikiran produk Fir*ia pada mulai naik harga buat nutupin sebagian investasi Wi-Max mereka tahun ini kali ya?

Hal terakhir terkait ” time deliverance “. Proyeksi pengiriman barang “fisik” kan ada ukuran ETA dan ETD nya, flight aja ada. Jualan barang “fisik” q rasa gak jauh beda dengan mereka yang bergerak di Logistik, apakah dia pihak kedua, ketiga setidaknya informasi itu baku buat tiap pihak tahu. Tapi nih orang jualan ga kenal satu pun itu, atau mau discreet kali ya dia usaha.

Jadi awal Januari kemaren q pesan barang, ya asli (mogaan bukan kw) tapi waktu ditanya ready stock, jawabnya “minggu depan”. Begitu juga minggu berikutnya, lewat 3 minggu bertanya-tanya lah q status pesanan. Pengen q cancel saja order ke dia, kenapa masih dibela-belain karena temen ada yang pernah beli barang ke dia dan bisa cepet nyampe. Apa sih susahnya bilang barang belum ready stock, atau bilang estimate kapan barang sampai jadi kan clear. Jualan itu harus ada clarity dan transparency, baik proses maupun informasi.

Jadi tips nya kalo pesen barang dengan orang yang masih baru jangan percaya dengan yang namanya istilah kaskus ” rekber ” (transfer) mendingan COD, ada barang – ada pitih (bayar langsung).