ied-fitr ..

Hmm, ini sebagian kecil catatan q tentang hal-hal di sekitar Ied Fitr 1430H kali ini. Kali ini dicoba penyampaian yang cergas dan ringkas.

Tidak sesuai perkiraan BMG sini, ternyata semalam hujan dan pagi ini gerimis, dan lapangan baterai-R belakang rumah sudah pasti sedikit basah. Oh noo, gimana mau shalat Ied, sempat kepikir mau ke mesjid terdekat aja. Kenapa gak ke An-Nur aja? Karena males ikutin khotib nya (yang kemaren dipanggil KPK karena kesalahan nya sendiri) yang tidak akan q bahas disini.

Seperti umumnya topik khotbah, isi penyampaian hari ini cukup menggugah. Tentang perayaan hari raya sempena Aidil Fitri (Ied Fitr) “anak yatim dan anak yang berkecukupan”. Cukup menggugah dan disampaikan secara ringkas namun padat dengan pesan moral, seusai shalat Ied setelah bersalaman dengan kerabat, tetangga2 deket rumah dan saudara2 lalu pulang makan dirumah bentar untuk mengisi perut. Sekitar jam 9 ide muncul aja untuk mengunjungi keluarga yang ada di luar kota, jadi trip beberapa jam kedepan pulang-pergi bakal menghabiskan jarak sejauh pergi ke kota Medan (Sumatera Utara)

Oiy dan sial nya setelah makan sepulang shalat Ied tadi q minum sedikit soda, dan ini lah yang membuat fatal dalam perjalanana nanti nya, ditambah sudah lama tidak berada pada perjalanan jauh yang berkelok-kelok bawaan nya jadi sedikit pusing. Treatment nya coba dengerin musik beat, minum air putih, berhenti sebentar dan pejamkan mata sejenak. Setelah berkurang pusing nya, jalan terus.

Dulu sewaktu masih kecil hingga kelas 5 SD pulang pergi kota Duri- Pekanbaru sering dilakukan tiap akhir pekan minggu kedua tiap bulan dan terbiasa dengan kontur tanjakkan dan jalan melingkar itu. Tapi sekarang karena udah lama, bawaan nya jadi rasa hal baru. Tidak banyak berubah dalam perjalanan Minas ke Duri (setelah lewat jalan bypass Rumbai-Minas camp, menghemat 20 menit dari jalan negara). Ada terdapat  2-3 jembatan yang memisah kan 2 arah perjalanan di beberapa daerah yang melewati tanah gambut (rawa).

Ada 3 ukuran yang q jadikan seberapa jauh berjalan; antara Minas-Kandis kontur jalanan cukup banyak kelok dan terjal, pingiran jalan banyak jurang jadi harus ekstra hati-hati. Kemudian Kandis-Balairaja jalan lumayan mulai lurus dan tidak banyak kelok, walaupun beberapa kondisi jalan sangat parah, mungkin sering kerendam air gambut (rawa). Dan antara Balairaja-Duri jalanan yah lumayan lah, melewati gate masuk Duri camp yang pertama dan terus arah Sebanga (disini kalo nyetir agak kedalam ada tempat pelatihan gajah yang pernah dilihat di TV nasional itu, dulu waktu masih di Duri pernah beberapa kali kesana).

Perjalanan terus kearah pusat kota Duri (yang pernah q tempati sekitar 13 tahun) di persimpangan lampu merah (dulu namanya simpang pokok jengkol; terminal bis bagi karyawan CPI dan keluarga nya yang ingin ke simpang padang) belok ke kanan. Dan terbukti seperti yang pernah q baca di koran lokal dan website berita Riau, disuguhkan how filthy this city are (terutama daerah pasar).

IMG_2142 IMG_2150 IMG_2152

Aneh juga dimana banyak banner dan poster camat terpampamg dimana-mana mengucapakan Minal Aidin wal Faidzin, justru daerah kantor camat doang yang paling bersih. Menyedihkan memang lihatnya, tapi kaget dengan lebarnya jalanan utama di kota ini setelah 17 tahun tak pernah q kunjungi. Dan catatan buat akhir perjalan nanti, akhirnya q temukan ada 3 spot rumah makan ko-bu (demen nasi rames padang nya) namun lost spot sate Sahabat yang ada di simpang padang. Dan soal mengunjungi keluarga yang di Duri nanti mampir dalam perjalanan pulang, sore sepulang dari Dumai.

Dumai lebih identik sebagai kota pelabuhan tanker, dimana saat peak cuaca disini gak jauh beda panasnya dengan Surabaya. Jadi jangan heran pipa minyak yang tampak dari perjalanan Pekanbaru ke Dumai di kiri kanan jalan (beserta seliweran kabel interkoneksi PLN dan CPI) ujungnya ke pelabuhan Dumai ini. Selain pelabuhan tanker mereka juga memiliki pelabuhan untuk penumpang untuk penyebrangan  ke pulau-pulau di Kepulauan Riau dan AL juga punya pos nya disini.

Perjalanan Duri-Dumai pada bagian terendah jalanan bahkan lebih rendah dari permukaan rawa, dan berakibat pada jalan yang bergelombang dan borlubang. Kita yang di dalam mobil bercanda, ” ini mah gak jauh bedanya dengan naik speedboat nyebrang selat Malaka kemaren itu”. Selain diameter jalan yang tidak begitu lebar (jalan baru di perlebar dekat persimpangan komplek DPRD dan walikota Dumai). Jalanan rusak ini juga karena truk2 besar dengan payload yang berat.

IMG_2155 IMG_2159 IMG_2180

Kalo di daerah Perawang payload truk isinya kayu IKPP, di sekitar Dumai ini payload truk isinya CPO dan di kiri kanan jalan tampak tangki gede milik perusahaan2 CPO yang nantinya akan dikirim ke tanker untuk di ekspor. Karena sudah zuhur main sebentar di camp CPI di Dumai buat sholat, melewati gate keamanan, cek kedalam mobil, bilang mau ke mesjid dan cek pass CVX yang ada di kaca depan kita dibolehkan masuk.

Setelah makan bentar dan ngiter2 camp, langsung menuju kota Dumai Pas ketemu bundaran kita lurus arah pusat kota, kalo ke kanan jalanPutri Tujuh (sejajar dengan pelabuhan2 tanker). Perubahan yang sama seperti di Duri juga ada di Dumai; jalan yang lebar namun minim trash. Kecuali pengendara sepeda motor tak ber helm, tanpa plat nomer terpasang di belakang (di depan ada) dan ngebut2 walaupun ada pos polisi mengawasi, yang petugasnya sedang cekikan ber hp ria. Muter sekali diluar hydrocarbon dock nya CPI, muter balik isi bahan bakar di SPBU terdekat dan balik kearah pusat kota.

Niatnya sih mau mampir ke kompleks Pertamina di bukit Datuk, but hell .. jalan kesana banjir setinggi lutut .. setelah harap2 cemas semoga ground clearance tinggi membantu, transmisi otomatis dan rem yang gak bisa kerendam lama2 coba potong kedepan dan di ujung jalan masih dengan banjir ada lampu merah .. damn !! Akhirnya mutusin gak bisa terusin, dan langsung balik arah pusat kota untuk balik ke arah Duri dan setelah itu pulang ke Pekanbaru.

IMG_2196 IMG_2198 IMG_2191 IMG_2210

Terakhir mampir ke sebuah panti asuhan (dulu waktu masih di Duri setidaknya tiap bulan ortu suka ngajak kesini buat bantu2) dan kemudian mampir ke tempat saudara ibu q  di simpang padang setelah itu ke camp CPI Duri, Hehe. Missed semua yang ada disini waktu kecil, lihat camp terakhir yang ditempati di Sibayak ternyata hutan yang dibelakang rumah sudah lebih rimbun dari waktu q kecil dulu. Perjalanan hanya ambil rute lurus/jalan utama (mengingat waktu terbatas, dan hindari terlalu malam di jalan). Dari Sibayak lewati Merapi passing bowling, library, commisary, ke kanan arah LMT, HRD (ED&T dulu) dan terus menanjak arah atas dan turun ke gate keluar untuk arah Pekanbaru. Untung 1/2 perjalanan terlewati saat terang dan bisa sampai rumah sekitar jam 19.44

IMG_2260 IMG_2262 IMG_2273 IMG_2276 IMG_2279

Well that’s my story for a day, how’s your Raya day?

:mrgreen: