10 hari ..

Kirain bulan akhir Maret lalu bakal dilalui dengan aktivitas dan cerita menarik. Ternyata kisah tragis yang mesti q share, melibatkan diri q sendiri  berjuang dgn trombo (trombosit) dan Hb (hemoglobin) yang mendadak drop.

Jumat (1st)

Beberapa hari sebelumya Selasa pagi sepulang jalan pagi badan mulai terasa meriang, menjelang malam panas badan meningkat dan coba dibantu dengan alphamol. Tapi tidak seperti sanmol dengan fungsi penurun panas yng biasa q pakai ini tidak efektif, malah panas menjalar ke kepala sampai urat dikepala tampak menonjol dan berkeringat.

Selasa sore itu q nekad menstabilkan panas selain obat dengan mandi, dan sedikit itu membantu. Lalu q  coba bantu dengan makan buah pisang, pepaya dan kemampuannnya menyerap panas tidak sekuat biasanya.

Keesokan harinya q cek up ke dokter umum untuk kurangi panas badan ini. Dan saat menunggu kestabilan untuk berdiri sudah mulai goyah, plus cuaca jakarta yg memang hectic bikin pusing bertambah.


Dari hasil cek awal dokter hanya memberi obat sanmol (panas), vitazym (pencernaan) dan ada 1 lg obat yg q lupa namanya. Juga disiapkan surat cek laboratorium buat tes darah 3 hari (masa inkubasi virus) lagi bila panas tidak turun.

Hari itu Jumat pagi, dan q cukup annoyed dengan panas yang tak turun. Subuh pagi dengan bantuan adek q kami langsung ke RSI yang dekat dr rumah, dan kebetulan q ada kartu berobat disana. Langsung ke UGD untuk cek panas dan minta tes lab subuh itu juga. Setelah menunggu sekitar 45menit, trombo q berada di 79k dan dianjurkan rawat inap untuk treatment selanjutnya.

Jumat pagi itu setelah daftar ruangan rawat inap, bayaran penginapan rawat inap ruang sendiri, treatment dimulai di AB kamar 13. Saat trombo dikontrol bertahap tiap 4 jam, darah diambil dari lipatan siku tangan kanan awalnya. Ya mungkin ada sekitar 7-8 titik disana, thanks to mas M*rno yang jago ambil darah tanpa sakit. Sementara infus ada di pergelangan tangan kiri.

Ayahanda pagi itu juga ambil flight 7 pagi dari PKU, kebetulan masih ada seat standby 3 kursi, beliau berangkat ke bandara diantar adek q yg cowo sebelum berangkat kuliah.

Sepanjang hari Jumat itu trombo terus turun bervariasi dari 79k, 51k bahkan sampai terendah di 2 hari berikutnya 11k dan siap dilarikan ke ICU. Plus selera makan q sudah mulai drop,  kemampuan menelan air yang banyak juga mulai terbatas karena mulai kembung dan mual. Semua obat baik vitamin, omz, anti mual semua diinjeksikan melalui pembuluh darah dimana infus sedang tertancap.

Teman

Sabtu sore itu Ari, Rizky menyempatkan datang ke RSI jenguk, disusul Darios dan istri, Roy dan Chiny. Ini cukup membantu beri semangat. Dan oiy q sempet minta adek q untuk cancel flight q minggu itu, dengan deposit di IAA utnuk reserve tiket berikutnya dalam 3 bulan (setelah menyelesaikan semua dokumen, bukti sakit, ugd, dll).

Minggu

Hari ini infus q yang pasok asupan nutrisi di split jadi 2. Mungkin saking rendahnya trombo dan pembekuan darah yang pelan, saat perawat merubah letak dan memasang cabang pada infus baru darah segar dengan mudah mengucur dari lengan kiri q, merembes dipergelangan tangan, kasur, bantal dan lantai. Sempet panik, untung perawatnya sukup sigap dan cepat. Thanks to pak Y*no.

Cabang di infus sekarang terdiri atas 2 item, dari nutrisi dan cairan stimulus trombo tipe 1 (yang 3 hari kemudian diganti dengan tipe 2 dengan dosis yang lebih berat; haemacell karena perubahan trombo yang masih naik-turun)

Ada 2 obat yang dimakan waktu itu HpPro (medilab) untuk jaga fungsi hati dan Sistenol untuk penurun panas.

Senin

Setelah 3 hari infus bercokol di pergelangan kanan, dan kelihatan saraf sudah bengkak (jenuh) infus bercabang tsb dipindah ke pergelangan tangan kanan. Yang notabene saraf dengan infus di tangan kanan inilah yang akan bekerja ekstra untuk 5 hari berikutnya, sakit memang karena untuk hari berikutnya cairan infus yang akan masuk disitu akan beragam dengan tingkat kepekatan yang beda pula (yg jelas makin pekat akan makin sakit saat cairan tersebut mengalir di nadi.

Dan o iya, krn infus dah pindah ke lengan kanan maka ambil darah trombo dari kiri sekarang ada sekitar 3-4 kali ambil di siku kiri. Dan hal fatal terjadi waktu perawat ambil sampel darah dengan suntikan jarum yg lebih panjang krn mau diambil sampel darah dengan cc lebih banyak daripada tes trombo yang hanya butuh sekitar 0.5 cc.

Jarum masuk dalam di siku, digerakkan seperti jangkar waktu ditarik  darah gak bisa. Dicoba penetrasi jarum di titik kedua dengan gaya yg sama, dan sialnya karena trombo rendah, jarum menyenggol nadi terdalam dan terjadi pendarahan dalam. Dalam 5 menit pergelangan atas ke siku q sudah membengkak 3x, q kesel banget koq mereka gak ati2 (walaupun q tahu itu prosedural), sekarang tangan q kebas dan tambah berat karena rembesan darah di nadi dalam sudah memenuhi lengan kiri.

Akhirnya q sempet ngomel dengan kepala bangsal pak A*man, suster, dan akhirnya q komplain langsung ke dokter, yang keesokan harinya dan selanjutnya darah tidak diambil perawat melainkan orang lab langsung, dan ambilnya di ujung jari tangan kiri (kecuali jempol).

Sempet curiga dan bingung karena hasil trombo yang diambil di siku lengan lebih tinggi dr yang diambil di ujung jari. Setelah argumen akhirnya perawat jelasin, jauhnya gak beda paling selisih tidak lebih dr 1000. Tetep aja q penasaran, kalo mau dibilang rewel mungkin q pasien sekarat yang usil, banyak curigaan nya.

Selasa

Ibunda sudah sampai di RSI sejak minggu sore gantian dengan Ayahanda yang mesti balik ke PKU karena adek q yg cowo disana sendiri, dan beliau juga masuk kantor. Hari2 berikutnya minum q memang dipaksakan agar tidak kekurangan cairan, juga cara makan q di maksimalkan agar trombo cepat naik.

Pernah saking annoyed nya q diomeli supaya banyak minum. Rabu pagi kalo gak salah jam 2 gt, dengan bantuan oksigen yang dipasang di hidung q paksakan minum 2 botol aqua 660ml dan 1 botol aqua 330ml dalam 2 jam. Mual, hampir muntah dan sedikit kembung tapi q paksakan juga, bahkan pagi besoknya untuk sarapan q coba habiskan semua makanan walaupun agak pelan dan menghabiskan wkt 1 jam hanya untuk habisin nya.

Rabu

Seperti yang q cerita sebelum ini, cairan infus untuk stimulus trombo diubah oleh dr. Ih*anil ke haemacell untuk lebih cepat dongkrak trombo yang masih bergerak di kisaran tak lebih dari 30k bahkan pernah drop ke 19k.

Infus 1 lagi yang berisi nutrisi diganti sementara dengan cairan stimulus penambah hb karena hanya sekitar 8,7 dan gak berubah (bentuknya tidak bening seperti cairan lain, dan warnanya merah hati dan jelas pekatnya cairan hampir sama dengan haemacell). Nadi mulai terasa perih dgn 2 jenis cairan pekat yang masuk. Awalnya sih dingin, tapi lama2 terasa tegang di pergelangan kanan, kubantu relaks dengan menggerakkan jari2 agar saraf pergelangan jangan terlalu tegang.

Kamis

Masih diberi 2 jenis cairan yang sama, panas sudah jauh turun stabil sejak Rabu dan sistenol di stop. Suntikan OMZ, vitamin masih di suntikkan lewat infus. Nafsu makan q mulai baik dan sejak Rabu q dah bisa paksakan diri untuk makan sendiri tanpa bantuan walaupun tangan masih kaku dan kebas.

Jumat (2nd)

Hari ini dan Sabtu cairan haemacell masih jalan terus, bareng stimulus penambah Hb, juga gantian dengan cairan antibiotik pembunuh virus. Dan q tetep paksakan makan banyak dan minum banyak.

Kelar haemacell dan trombo beranjak diatas 150k sejak Kamis. Jumat sore trombo sekitar 287k tapi dokter masih belum mau lepas karena Hb q masih rendah, dan beliau ingin tambah 1 jenis cairan lagi untuk menambah nutrisi. Namanya aminofluid (kemasan nya bahasa Jepang semua) ada sekitar 1000ml dan proyeksi nya dengan infus terpasang bakal kelar dalam 13 jam. dan cairannya bening pekat, sakit nya lebih seru ternyata.

Sempat q minta cabut infus dr pergelangan kanan jam 10 malam, dan minta perawat tanya dokter, karena kayak nya nadi q dah jenuh dan bengkak karena dah kerja lebih dari 5 hari. Yang akhirnya dicabut juga jam 11 malam, agggh lega rasanya gak ada yang nancep ditubuh. Tapi jam 6 pagi setelah cek darah, infus dipasang lagi tapi di titik yg beda sekitar lengan atas kanan.

Jadi q kuat2in ni lengan dipasang infus lagi, huhu. Akhirnya cairan 1000 ml ini kelar sabtu sore jam 6. Sabtu sore itu juga q dah dapet surat izin pulang karena kondisi sudah baik. Dan dianjurkan banyak minum dan makan makanan yg mengandung zat besi.

Minggu

Pagi hari ibunda dan adek q dah datang untuk bayaran dan siapin pulang, huhu senangnya 10 hari hectic dengan virus yang aneh usai sudah, sekarang tinggal kontrol dokter dan healing pendarahan dalam di lengan kiri.

Last but not least, makasih banyak buat dr. Ih*anil yang standby 24jam, pak A*man (bangsal AB) yang urang awak, mas M*rno-H*rry-R*fiq yang dah bantu banyak dengan sanitasi dan infus, bu Er*awati untuk penjelasan detil nya tentang tahapan penyembuhan, obat, mbak U*uni (adek q bilang ” she’s well too pretty to be a single “) ?!@#. Dan sederet krew perawat di AB yang sudah cukup antusias, rewel maksa q buat maksimal nyembuhin diri “self-healed” sendiri buat bantu kerja obat dan ningkatin trombo.

Well worth life experience, dan sesaat q merasa betapa Allah memberi dan mengangkat penyakit ini sebagai teguran atas kesalahan q terdahulu. Terima kasih Ya Allah.