aturan ..

Kembali BRTI akan menyeleraskan price range biaya komunikasi pelanggan baik selular maupun tetap (FWA). baik itu untuk interkoneksi panggilan telepon antar terminal maupun pesan singkat (SMS).

Bagus, dalam hal regulasi berlaku untuk semua operator. Bagus, dalam arti ada transparansi dan informasi yang jelas bagi qt pelanggan mengenai tarif yang dipatok provider telepon yang kita gunakan. Baik, dalam hal ini memberi edukasi bagi qt mengenai formulasi pentarifan, biaya (umum) apa saja yang disertakan.

Tarif

Kita menjadi buta dengan pentarifan berbagai layanan komunikasi dan data yang bila mau di nilai cukup mahal untuk rara-rata masyarakat Indonesia. Kita terkadang suka lupa, telah dijejali iklan formulasi tarif yang beragam yang 1 dan lainnya saling menindas, saling klaim paling murah, namun pada akhirnya jika dihitung apa yang kita bayar tidak lah jauh berbeda (bahkan lebih mahal)

QOS

Aturan “pengukuran kualitas layanan” atau QOS menjadi hal yang patut diusung, karena ini akan sangat membantu konsumen. Yang pasti penyedia jasa komunikasi wanti-wanti jangan sampai kejadian, kalau perlu mati-matian menghindari pemberlakuan aturan ini. Mereka lebih peduli menjejali qt dengan fasilitas dan harga fantastis, dengan mengesampingan variabel ini.

Bagi operator, ” charge any confirmed services, heck with what they experience “, secara implisit itulah yang ada dibenak operator komunikasi akhir-akhir ini, walaupun tidak semua menerapkan ini. Sedikit, q jamin tiap operator punya “policy” ini.

SMS

Jadi inget pertama kali mulai pakai selular pertengahan 1999 saat awal kuliah, dipake buat kerja, hingga kini pengalaman pake beda operator pernah q coba, dan tetep tidak 1 pun memiliki transparansi dalam konsep pentarifan.

Inget jaman dulu untuk mengirimkan sebuah pesan singkat saja terdapat queue time, dan tarif pun tidak pernah turun dari dulu. Masa 8 tahun berlangganan tarif ini tidak turun-turun, kapan nyampe nya BEP perusahaan ini untuk pesan singkat, kenapa kita dijejali tarif “gila” selama ini ?!@#

Jaman dulu q irit2 sms hanya untuk yang pentig mengingat tarif “gila” per sms yang bisa digunakan ” reserve ” untuk telepon interlokal ke ortu atau temen saat perlu. Tentu mau tak mau saat itu harus ke wartel kalo ingin hemat.

Dan setahun terakhir ini dengan gencar-nya promosi tiap operator banyak sms gratis q yang nganggur, toh skrg q lebih manfaatin pulsa untuk komunikasi data wireless ketimbang pesan singkat yang gak perlu.

bUzz: ini merupakan rangkuman pendapat pribadi, dan q tidak terkait dengan 1 ataupun lebih badan maupun lembaga yang terkait dalam tulisan ini baik secara langsung/tidak langsung.