the poor ..

Buku ini simpel gak setebal “Blood Money” yang ampe review ini q tulis baru kelar 1/2-nya. Ini buku menarik oleh M. Yunus seorang akademisi dari Bangladesh, penerima Nobel untuk penanganan kemisikinan (yang q rasa pantas dia terima ketimbang SBY yang terlalu banyak formalitas dan “hand gesture” unik-nya) itu.

Melihat dari pendekatan dan cara pandangnya, 1 hal yang menarik bagi q ditulisan buku ini mengenai friksi pada sistem perkreditan, birokrasi terutama, bank konvensional dengan standar baku enggan menyalurkan kredit usaha pada mereka yang miskin (bank konvensional kembali pada standar mengenai agunan) yang menurut q mana mereka punya ?!

Orang miskin cukup puas bisa hidup dengan $1 sehari, aset yang diprasyarakatkan bank hanya baju dibadan mereka. KUKM di Indonesia sendiri masih terbatas, dan hingga 2007 ini bank konvensional masih enggan/setengah malu2 mengibarkan bendera perangi kemiskinan dengan kredit usaha kecil (bank2 ini sungguh naif) menurut q.

bUzz: mengadopsi semangat pemberdayaan, skema bank “kaum miskin” grameen ini jadi lahan baru perusahaan lokal Ba** untuk perluasan pelanggan mereka. Iming-imingnya sih memberdayakan kaum miskin dengan modal hingga 2.5juta dan tambahan income buat perusahaan Ba** ini. Janggal memang 2 hal yang menguntungkan tapi kerasa sangat kontradiktif !!